Puisiku

BINGUNGKU

Ketika kesabaran ini telah menggangguku

membuatku menjadi tua ‘tuk berkata

maka tulang dan syaraf ini meregang :

jahanamlah dunia beserta isinya !

Dan apiku membara

membakar jiwaku, ragaku, sadarku

api ini telah menjelma menjadi luka

dahaga cinta telah menghancurkan nadiku

serpihan-serpihan piring nasiku

menjadi berita ajalku

Duniaku semakin luas dalam kesempitan akalku

apakah cinta sesama insan itu ada ?

manakala kesadaran

telah merenggut semangkuk asaku :

aku ingin pulang !!!

Aku terlalu tua ‘tuk menyadari

ajalku masih jauh dari pintu rumahku

tapi mautku mendekati pintu hatiku

(Ciamis, 02-11-2003)

SIAPAKAH KAMU?

Siapakah kamu…

yang telah menenggelamkan kesadaranku

selama ini kuberkata pada diri

selama ini kubenamkan rinduku pada lautan asa

‘tuk sekedar menyelami rinduku pada sang fajar

Siapakah kamu…

yang membuatku luluh ‘tuk bernyali

binar-binar diri pun padam

ketika bayangmu menoleh sinis padaku

gerakmu seolah berkata padaku :

“kaulah kendala buatku melangkah…

“kaulah yang selama ini kuimpikan…

“kaulah yang pantas kusingkirkan,

“agar diri tiada letih menghadapi hari !”

(Ciamis, 02-11-2003)

ORASI POLITIK

Saudara-saudaraku tercinta

kehidupan ternyata tak seindah

yang kalian bayangkan

namun bersamaku,

kalian akan merasakan bahagia

yang selama ini hanya ada dalam impianmu

(impianmu tak senada dengan impianku

jadi jangan salahkan aku :

bila aku nanti merasakan indahnya

dan lembutnya musik di dunia ini,

sementara kalian tetap terkurung

dan terkapar dalam irama kerasnya hidupmu

aku tidaklah berdosa

apabila hanya impianku yang terwujud !)

Sudara-saudaraku tersayang

penderitaan kalian adalah ilhamku

‘tuk memenjarakan badut-badut politik

yang senantiasa mengumbar janji bahagia

bersamaku…

kalian akan bebas

dan meraih surga di dunia ini

(jangan tikam diriku

pabila aku nanti bebas berkelana

dan meraih apa yang selama ini kalian harapkan

sementara kalian tetap terpenjara

dan berkhayal tentang janji-janji bahagia

karena akupun…

salah satu badut politik yang berbahagia !)

(Ssst…

Jangan bilang-bilang ke siapapun ya !)

(Ciamis, 12 Januari 2004)


3 responses to “Puisiku

  1. Senang sekali melihatmu masih aktif berkarya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s