Sebuah impian mengenai ketersediaan infrastruktur jalan yang baik

Sepanjang yang saya lihat dan saya rasakan, baik dalam perjalanan lokal di wilayah Ciamis maupun dalam perjalanan dari Ciamis ke kota kelahiran saya (Cepu) di Jawa Tengah, banyak ruas jalan dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi jalan tersebut mulai dari ruas jalan yang bergelombang sampai ruas jalan yang berlubang, bahkan ada ruas jalan yang berlubang cukup dalam.

Berbagai dampak yang merugikan bisa muncul dari kondisi ruas jalan yang demikian, mulai dari dampak ekonomi sampai dampak sosial. Kasus kecelakaan sangat mungkin terjadi pada kondisi ruas jalan yang berlubang cukup dalam, terutama untuk pengendara sepeda juga motor. Untuk daerah sentra produksi, kondisi ruas jalan yang rusak akan meningkatkan biaya pembelian sarana produksi, sedangkan di sisi lain akan menurunkan harga jual produk. Apakah mungkin ada kaitan kondisi jalan yang rusak dengan kesejahteraan petani? Ini salah satu topik yang menggelitik untuk dikaji.

Apakah sebenarnya peranan dari jalan tersebut? Menurut UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, peranan jalan adalah: (1) Sebagai bagian prasarana transportasi yang mempunyai peran penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan serta dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, (2) Sebagai prasarana distribusi barang dan jasa yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, dan (3) Merupakan kesatuan sistem jaringan jalan menghubungkan dan mengikat wilayah Republik Indonesia (Sudaryadi, 2007).

Dalam konteks pembangunan   pertanian   dan   ekonomi   pedesaan   secara   umum,   jaringan   jalan merupakan  infrastruktur  wilayah  yang  sangat  dibutuhkan  untuk  kelancaran  arus faktor  produksi  maupun  pemasaran  hasil  produksi  (Tulus  Tambunan  dan  Kadin, 2006, dalam Sudaryadi, 2007). Secara tidak langsung, keberadaan infrastruktur jalan akan mendukung produktivitas  sektor  ekonomi  lainnya  sehingga  mendorong  pertumbuhan  ekonomi dan peningkatan kondisi sosial-budaya kehidupan masyarakat melalui efek berganda. Sedangkan secara langsung terkait sektor konstruksi,  infrastruktur  jalan juga akan menciptakan kesempatan kerja dan usaha. Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur jalan yang baik akan dapat mendorong terciptanya stabilitas berbagai aspek dalam masyarakat guna menunjang laju pembangunan nasional (Departemen Pekerjaan Umum, 2006, dalam Sudaryadi, 2007).

Pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur jalan mempunyai beberapa manfaat, yaitu (Purwoto dan Kurniawan, 2009):

  1. Perubahan  biaya  relatif  dari  sarana  transportasi  tertentu  terhadap  sarana  transportasi lainnya.
  2. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
  3. Peningkatan ketersediaan sarana transportasi.
  4. Peningkatan kualitas perjalanan (kecepatan, kenyamanan, kepercayaan) yang dihasilkan dari peningkatan kualitas sarana maupun teknologi infrastrukturnya.
  5. Pengaruh  pada  tata  guna  lahan  akibat  migrasi  antar  daerah  dan  perubahan  pola pemukiman.
  6. Peningkatan  aktivitas  ekonomi  yang  pada  akhirnya  juga  mempengaruhi  timbulnya perubahan pola dan struktur konsumsi masyarakat.
  7. Perubahan demografis (struktur usia dan gender).
  8. Perubahan perilaku operasional dunia usaha setempat.

Jika pemerintah daerah pada suatu wilayah berkepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, baik melalui pengembangan kawasan sentra produksi, kuliner, parawisata, dan sebagainya; maka pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur jalan merupakan suatu kebutuhan. Infrastruktur jalan memang bukan satu-satunya faktor dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun tanpa tersedianya infrastruktur jalan yang baik maka mimpi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan lebih lama terwujud.

 

Sumber:

Purwoto dan Kurniawan, 2009. http://jennie_k.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27680/KAJIAN+DAMPAK+INFRASTRUKTUR+JALAN+TERHADAP+PEMBANGUNAN.pdf

Sudaryadi, 2007. http://eprints.undip.ac.id/17971/1/Sudaryadi.pdf.

4 responses to “Sebuah impian mengenai ketersediaan infrastruktur jalan yang baik

  1. emang kalo pulang lewat mana aja,.. hehee.. udah kaya surveyor aja.. qqqq

  2. ya elah.. kirain ngawang… hehehe.. oke deh.. numpang lewat.. mau terbang..

  3. Pati bukan jalan kartosura – pengging…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s