Hanya butuh satu langkah…

Setiap orang rasanya pernah mengalami saat-saat dimana perasaannya resah, galau, gundah gulana. Saat itu terjadi, dia merasa kehilangan arah dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasakan keterasingan yang mendalam, bahkan saat dia berada di keramaian. Hatinya menjerit dan menangis dalam diam, karena merasa orang lain tidak mau mengerti apa yang dia pikirkan, dia alami, dia rasakan dan dia inginkan.

Saat itu juga, dia merasakan kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Sekian tahun dia menimba ilmu, sekian banyak buku yang sudah dia baca, sekian banyak pelajaran hidup yang dia terima, sekian banyak saran dan nasihat yang dia terima, kesemuanya itu tidak mampu membuatnya percaya bahwa dia bisa melewati masa-masa sulit itu. Kesemuanya itu tidak mampu membuat dia beranjak dari ketiadaan diri menjadi ada.

Kehampaan terus menari lincah dalam buaian alam pikirnya dan mencengkeram erat mata batinnya. Keresahan terus menggejolak, membuih, dan kadang meradang mempertanyakan arti dirinya dan arah yang akan dituju. Helaan napas panjang menjadi sahabatnya dalam melintasi hari.

Pikirannya terus berputar di antara helaan napasnya: “pintu manakah yang harus diambil? Apakah pintu itu yang terbaik? Apakah ada kunci yang bisa membuka pintu itu? Apakah masih ada kemampuan untuk memilih kunci dan pintu yang tepat?”.

Ada petuah bijak yang menyatakan bahwa hidup itu berada di antara huruf B dan D. Hidup manusia diawali pada huruf B, selanjutnya manusia akan mengarungi lautan kehidupannya pada huruf C, dan pada akhirnya siapapun itu akan terhenti pada huruf D.

Setiap orang mengawali hidupnya pada saat dia lahir (Birth). Dia tidak bisa memilih pada saat kapan, dimana dan bagaimana dia dilahirkan. Pada akhirnya, setiap orang akan meninggalkan semua yang dicintainya pada saat dia mati (Death).

Antara lahir dan matinya seseorang, dia diberikan pilihan (Choice) untuk menjalani satu kali kesempatan yang dia peroleh di dunia ini. Demikian juga yang terjadi pada orang-orang yang tengah mengalami kegundahan. Dia mempunyai pilihan untuk terus larut dan tenggelam dalam kegundahannya, ataukah dia akan beranjak dari mimpi resahnya dan bangun untuk melawannya, serta membusanai dirinya dengan semangat yang selama ini hilang dari dirinya.

Itulah pilihan, dan pilihan untuk melangkah pergi menjauh dari gundahnya hanya membutuhkan satu langkah. Hanya satu langkah sobat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s