Pemimpin yang baik

Mungkin kita pernah mendengar suatu ungkapan “the right man on the right place”; yang barangkali bisa kita terjemahkan dengan “menempatkan orang yang tepat pada pada tempat yang tepat pula”. Mungkin juga kita pernah mendengar sabda Rasul: “Jika suatu urusan dipegang oleh orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya” (HR Bukhari). Meskipun kita pernah mendengar dan mengerti maknanya, namun terkadang kita melakukan kesalahan di dalam memilih orang. Mungkin kesalahan itu terjadi karena kita menyandarkan diri pada subyektivitas, mungkin orang yang terpilih baru berani menampakkan karakter aslinya setelah dia terpilih, mungkin juga karena ada kepentingan-kepentingan pribadi yang lebih ditonjolkan daripada kepentingan orang banyak.

Pemimpin yang baik tentunya dapat menghasilkan kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik yang bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan tidak kalah penting adalah membawa kesejahteraan yang merata. Sebaliknya yang kurang (tidak) baik tentunya sulit diharapkan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera. Kalau pun rasa aman, nyaman, dan sejahtera itu ada, seringkali hanya dinikmati oleh minoritas yang termasuk ke dalam kelompoknya.

Tentunya kita semua berharap mendapat pemimpin yang baik, pemimpin yang amanah, yang mampu menakhodai kapal sampai ke tujuannya. Namun demikian, seperti apakah ciri-ciri pemimpin yang baik? Banyak kriteria maupun ciri pemimpin yang baik di dalam literatur manajemen, namun demikian rasanya ciri pemimpin yang baik itu perlu juga mempertimbangkan sifat-sifat yang dimiliki oleh para Nabi.

Nabi merupakan utusan Allah dengan beberapa sifat baik yang wajib dimiliki, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), dan Tabligh (mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dengan rakyatnya). Rasanya sifat-sifat baik di atas perlu dimiliki oleh para pemimpin dan calon-calon pemimpin yang akan kita pilih.

Amanah. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang amanah, yang dapat dipercaya. Salah satu ciri orang munafik adalah orang yang berkhianat pada saat dia diberi amanah. Seorang pemimpin yang amanah akan menjalankan semua tugas, tanggung jawab dan wewenang yang diembannya dengan sebaik-baiknya. Seorang pemimpin yang amanah akan berani berkata tidak manakala ada tekanan untuk menyalahgunakan wewenangnya dengan iming-iming materi maupun kelanggengan kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang amanah tidak akan menyalahgunakan wewenangnya untuk bertindak semena-mena terhadap orang lain yang dipimpinnya, baik karena alasan pribadi maupun tekanan dari pihak lain.

Siddiq.Seorang pemimpin yang baik harus selalu mengutamakan kebenaran, baik dalam bersikap maupun berucap. Seorang pemimpin yang baik harus berani mengatakan A kalau memang A, bukan sebaliknya mengatakan itu B, entah karena alasan pribadi maupun tekanan dari pihak lain. Seorang pemimpin yang baik harus teguh bagaikan karang yang terhempas ombak, bukan seperti layang-layang yang tertiup angin.

Fathonah. Seorang pemimpin yang baik haruslah mempunyai kecerdasan dan bijaksana. Kecerdasan seorang pemimpin diperlukan agar dia senantiasa berpikir positif, logis, analitis, sistematis, dan juga visioner. Kebijaksanaan diperlukan agar dia dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat dan terbaik dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada. Seorang pemimpin yang cerdas dan bijaksana tidak akan mudah terpengaruh oleh pembisik-pembisik yang berada di sekelilingnya.

Tabligh. Seorang pemimpin yang baik harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang yang dipimpinnya. Kemampuan komunikasi ini diperlukan dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran seorang pemimpin kepada orang-orang yang dipimpinnya, juga dalam menyerap semua aspirasi yang berkembang di antara orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang baik dapat membedakan dengan siapa dia berkomunikasi sehingga dia dapat memilih cara berkomunikasi yang tepat tanpa perlu mengeluarkan pernyataan yang tidak semestinya,yang dapat melukai perasaan orang-orang yang dipimpinnya.

Memilih pemimpin merupakan proses yang mudah,namun memilih pemimpin yang baik itu suatu proses yang sulit untuk dilakukan. Ada kata bijak yang perlu kita renungkan, khususnya untuk orang-orang yang punya ambisi menjadi seorang pemimpin: “Memang baik untuk menjadi orang yang penting, namun jauh lebih penting untuk menjadi orang yang baik”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s