Sepenggal Kisahku

Orang tidak akan lepas dari masalah. Sekuat apapun, sekuasa apapun, sekaya apapun, masalah senantiasa menyertai perjalanan hidup seseorang selama nafas masih menyatu dengannya. Demikian pula yang terjadi pada kedua orang tua ku. Masalah yang ada di antara mereka membuatku dan adikku harus menerima kenyataan tinggal bersama nenekku di Comal, Pemalang; dan memisahkanku dari ibu dan kakakku. Nenekku sebenarnya tidak punya rumah sendiri, melainkan hidup menumpang pada saudara yang menaruh iba. Itu lah kenyataan hidup yang harus kami jalani. Pedih, perih, duka, tangis, kujalani setiap hari…

Kadang berhari-hari nenekku pergi entah kemana. Tuntutan perutku dan perut adikku membuatku harus bekerja. Sepasang kaki kecil mencoba untuk bertahan hidup. Aku pun bekerja di usaha kakekku yang membuat perabotan dari aluminium di Pasar Comal.  Aku juga sempat bekerja di tetanggaku yang punya usaha membuat kerupuk. Bahkan aku pernah “mengemis”, pagi-pagi sudah di depan pintu rumah saudaraku menunggu pintu terbuka dan menerima sebungkus nasi darinya. Semuanya itu kujalani demi sesuap nasi untuk keberlangsungan hidupku dan adikku. Berbahagialah mereka yang tidak punya pengalaman hidup masa kecil sepertiku…

Sekian tahun kujalani kehidupan seperti itu. Waktu demi waktu pun berlalu. Setelah ibuku membina keluarga baru, pada tahun 1975 aku dan adikku dijemput dan dibawa ke Cepu. Itu lah saat pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Cepu dan berkumpul bersama keluarga yang baru.

Aku didaftarkan sebagai siswa di SDN Balun I. Mungkin pengalaman hidup yang suram sebelumnya membuatku tanpa sadar berusaha melakukan yang terbaik dengan segala yang ada di diriku. Saat kelas V, aku bersama Hari Sumartono (Sekarang bekerja di BPPT) dan Budi Prasongko (aku kehilangan kontak dengannya) mewakili sekolah untuk ikut lomba cerdas cermat antar SD se Kec. Cepu, Alhamdulillah kami bisa menjadi juara I, begitu pun saat kami berlomba di tingkat kabupaten.  Tak berselang lama aku mewakili sekolah dalam lomba Pelajar Teladan tingkat SD se Kec. Cepu, dan alhamdulillah aku menjadi juara I dan berhak mewakili lomba tingkat kabupaten, dan kembali aku bersyukur bisa menjadi juara II.

Waktu pun berlalu, dan aku diterima di SMPN I Cepu. Ada pengalaman yang berkesan sekaligus memalukan saat masuk pertama kali. Waktu itu aku tidak punya tas sekolah, dan bapakku memberikan tas kopernya untukku. Aku pun berangkat dan mengikuti upacara, saat itu lah aku ditertawakan oleh teman-teman karena tas ku itu hehe…

Aku sekolah di SMP bersama dengan kakakku dan keponakanku (Hartono, sekarang dia menjadi Polisi Militer Angkatan Laut di Surabaya). Keponakanku itu mahir main gitar, dan aku belajar gitar darinya. Saat itu lah aku punya keinginan untuk punya gitar sendiri. Aku mengutarakan keinginanku ke orang tuaku, dan mereka bilang akan membelikan gitar kalau aku bisa juara I di SMP. Aku belajar keras untuk mewujudkan keinginanku, dan alhamdulillah aku bisa menjadi juara I. Saat itu lah pertama kalinya aku punya gitar sendiri.

Aku semakin rajin belajar main gitar dibimbing keponakanku. Kebetulan ada temanku, Ariyadi Kuncoro (sekarang dia tinggal di Bogor, dan kalau tidak salah menjadi Kabiro salah satu BUMN Kehutanan), yang mempunyai seperangkat alat musik keroncong. Di bawah bimbingan bapaknya Ari, kami belajar memainkan musik keroncong, dan aku kebagian pegang bass betot hehehe.. Kami pernah tampil dalam acara di SMP.

Setiap tahun SMP mengadakan berbagai lomba antar tingkat dan antar kelas. Salah satu lomba yang diadakan adalah lomba pidato, dan alhamdulillah aku menjadi juara I lomba tersebut.  Lomba lain yang aku ikuti adalah lomba melukis. Ada satu pengalaman berkesan waktu mengikuti lomba melukis ini. Saat itu aku mencoba melukis sebuah kapal, namun lukisanku itu jelek sekali sehingga aku corat-coret dan aku kasih judul “Kapal Pecah”. Meskipun demikian aku tetap mengikutsertakan lukisan itu dalam lomba melukis tersebut. Alhamdulillah lukisanku menjadi juara II dan disebutkan sebagai lukisan aliran abstrak hehe.. Juara I pada saat itu adalah Ariyadi Kuncoro, my best friend..

Aku mempunyai minat pada organisasi siswa (OSIS) di sekolahku. Dari awal aku masuk sekolah di SMP aku sudah aktif di OSIS sampai akhirnya aku terpilih menjadi ketua OSIS. Selain di OSIS, aku juga aktif pada kegiatan pramuka. Saat itu yang menjadi pesaing berat kami adalah pramuka dari Akamigas Cepu. Saat dipercaya menjadi ketua regu pada saat lomba pramuka se Kec. Cepu, dengan persiapan dan kerja keras, alhamdulillah kami bisa menjadi juara I.

Selain menyalurkan hobiku dalam bermain musik, aku tetap konsentrasi dalam belajar. Pada saat SMP, aku, Eti, dan Kelip, mewakili sekolah mengikuti lomba cerdas cermat P4 tingkat SMP se Kec. Cepu, dan alhamdulillah kami menjadi juara I. Kami pun mengikuti lomba tingkat kabupaten dan kami bersyukur bisa menjadi juara II. Aku juga dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti lomba Pelajar Teladan tingkat SMP se Kec. Cepu dan alhamdulillah juara I, sehingga berhak mengikuti lomba tingkat kabupaten. Pada saat lomba di tingkat kabupaten ini aku terkena alergi sehingga badanku gatal-gatal semua dan bengkak. Orang tuaku mencarikan kelapa hijau muda sebagai penawar alergi. Alhamdulillah akhirnya aku bisa menjadi juara II.

Setelah lulus dari SMP, aku melanjutkan pendidikan ke SMAN Cepu (sekarang bernama SMAN I Cepu). Hobi main musikku pun tetap berlanjut. Aku bersama Ugi (sekarang pengusaha perlengkapan pesta, penggemar dan juri lomba burung berkicau), Hengi, Hono, dan Hari membentuk grup band dan berlatih dengan menggunakan fasilitas alat-alat band yang ada di sekolah. Vokalis kami pada saat itu adalah Eli (sekarang pengusaha travel agent di Jakarta), dan Ratna. Aku dipercaya teman-teman untuk memegang melodi. Ada satu peristiwa yang menggelikan sekaligus memalukan saat tampil dalam salah satu acara di SMA. Saat kami sudah berdandan ala rocker dan sudah berlatih beberapa lagu rock, pembina musik di sekolah kami memaksa kami untuk menyanyikan lagu keroncong. Kami pun tampil dengan dandanan ala rocker namun membawakan musik keroncong hahaha…

Selain tergabung dalam grup musik di sekolah, aku juga tergabung dalam grup musil di luar sekolah. Aku bersama dengan Hono (keyboard), Wito (melody), dan X (lupa namanya, drum), Eli (vokalis), Beni (vokalis), membentuk grup yang bernama Rhythm Session Band. Aku kebagian pegang bass. Salah satu momen yang aku ingat waktu kami tampil dalam acara konser rock di gedung Sos Sasono Suko Cepu, salah satu lagu yang kami tampilkan adalah lagu “Rudal” dari SAS, grup rock dari Surabaya.

Selain itu, kadang ada grup musik lain yang mengajak aku untuk tampil bersama dengan mereka. Yang paling berkesan dan masih aku ingat, saat mas Tyo (pembina musik di Akamigas Cepu) mengajak aku untuk bermain bersama grupnya. Aku dipercaya untuk pegang bass. Saat itu kami tampil pada acara ulang tahun anaknya Bupati Blora pada saat itu. Saat itu lah aku mulai berkenalan dengan aliran musik yang namanya swing. Thanks to Mas Tyo…

Aku bersama teman-temanku, Ugi, Uki, Soni, Sugeng, mas Heri, Rudi, Santi, Yani, Rini, Lina, Eli, Ratna, Nia (maaf sebagian lupa) juga aktif berlatih vocal group. Kami pernah mengikuti lomba VG di Blora di bawah bimbingan Mas Tyo, dan alhamdulillah kami menjadi juara II.

Sebagaimana waktu di SMP, aku juga aktif dalam kegiatan OSIS di SMA. Alhamdulillah aku pernah mengikuti penataran pengurus OSIS tingkat nasional di Sawangan, Bogor. Pada saat itu aku berkenalan, salah satunya dengan Yuktiasih Proborini dari Semarang. Kami pun tetap bersahabat sampai sekarang meskipun cuma jumpa lewat facebook hehe.. Waktu SMA ini aku juga dipercaya menjadi ketua OSIS.

Minatku pada kegiatan pramuka semasa SMA tetap berlanjut. Pada saat itu aku bersama dengan beberapa teman, antara lain Ugi, Uki, Hengi, Soni, Sugeng, Santi, Lina, Rini, melatih pramuka di gugus pramuka Pertamina Cepu. Waktu SMA juga aku pernah mengikuti kemah bakti pramuka se Jawa Tengah di pinggir waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Salah satu lomba yang pernah aku ikuti semasa SMA adalah lomba pidato tingkat SMA se Kab. Blora, kalau tidak salah dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Pada saat itu, aku bersama temanku (maaf lupa namanya) dipercaya untuk mewakili sekolahku. Beberapa hari menjelang keberangkatan, temanku menanyakan teknik berpidato dan aku menjelaskannya ke dia. Pada saat lomba ada sedikit kesalahan dimana aku salah mengucapkan satu kata. Alhamdulillah akhirnya aku menjadi juara II dan temanku itu menjadi juara I.

Pada saat di penghujung hariku di SMA, aku bersama beberapa teman yaitu Umi Dwi Yantini, Ismintarti (sekarang bekerja di Departemen Transmigrasi), Woro Sayektiningtyas, Ariyadi Kuncoro, Didik Prasetyo (sekarang bekerja di Departemen Keuangan), Edi, Tulus (sekarang Administratur Perhutani di Malang, kalau tidak salah lokasinya), Hepi, dan beberapa teman lainnya yang maaf aku lupa namanya, diterima di IPB Bogor. Alhamdulillah…

Semoga sepenggal kisahku ini bisa menjadi inspirasi dan pendorong semangat buat anakku, amin..

6 responses to “Sepenggal Kisahku

  1. sebenarnya saya sedang mencari teman SMA saya… dan ternyata penelusuran saya lewat internet membawa saya kesini…, kalo dilihat dari nama-nama temen di SMA N.. mungkin kita satu angkatan…, mungkin… karena saya dulu pendiam dan jarang gaul. hee..heee..
    Tapi sukses dan salut, buat temen-2 ku…

  2. gimana kabarnya Ayu? banyak ko temen2 seangkatan kita yg bikin blog juga kontak terus lewat fb. sukses juga ya buat Ayu..

  3. Halaaaah…kok muslifah to..?

  4. hehe… maklum faktor U…

  5. hmmm,…. kisah yg menarik… terutama waktu kecil… salut…

  6. Menyentuh sekali kata-katamu Nak,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s