Sabar

Sabar… sebuah kata yang sangat ringan untuk diucapkan namun berat untuk dijalankan. Seringkali kita menyuruh orang yang kita kenal untuk bersabar manakala mereka menghadapi suatu musibah atau pun cobaan. Pada saat teman kita menangis, bersedih, gundah, risau, juga pada saat teman kita kuatir terhadap sesuatu, seringkali kita menyarankan mereka untuk bersabar. =Namun pada saat kita mengalami hal yang sama, seringkali kita sulit untuk bersabar. Meskipun demikian, apa yang sudah kita sarankan kepada teman kita itu adalah wujud dari sebuah rasa empati. Kita patut bersyukur jika kita masih memiliki rasa empati, karena sekarang ini banyak orang yang sudah kehilangan rasa empatinya terhadap orang lain. Bahkan seringkali orang-orang seperti itu sanggup untuk tertawa puas manakala orang lain mengalami cobaan yang kadangkala cobaan itu mereka sendiri yang mengkreasinya. Naudzubillahi min dzalik…

Musibah maupun cobaan itu hakikatnya berasal dari Allah, tinggal bagaimana kita mensikapinya, salah satunya dengan bersikap sabar. Allah telah berfirman: “Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Ali Imran: 146). Demikian pula Allah telah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah: 153).

Sabda Rasulullah: “Sungguh indah kehidupan seorang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya itu adalah kebaikan. Apabila dia diuji dengan kenikmatan, maka ia akan bersyukur; dan itu sangat baik untuknya. Dan apabila dia diuji dengan kesengsaraan, maka dia akan sabar; dan itu sangat baik untuknya, dan hal itu hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman saja”.

Menurut Imam Ghazali, sabar itu ada tiga macam, yaitu sabar atas ketaatan kepada Allah, sabar atas larangan-larangan Allah, dan sabar atas ketentuan dan musibah yang menimpanya. Menurut Aidh bin Abdullah Al-Qarni, Allah menguji kesabaran hamba-Nya karena empat hal:

  1. Ketinggian derajat di dunia dan di akhirat. Jika seseorang mengalami ujian dan cobaan di dunia dan mereka bersabar atasnya, maka Allah akan meninggikan derajat mereka.
  2. Pendidikan. Allah memberikan ujian dan cobaan kepada hamba-Nya untuk mendidik agar hamba-Nya bisa ikhlas dan jujur pada-Nya.
  3. Pernyataan penghambaan yang sesungguhnya. Cobaan dan ujian yang diberikan untuk mengetahui apakah seorang hamba Allah adalah benar-benar hamba-Nya. Kebanyakan manusia menyatakan bahwa dia adalah seorang hamba Allah, namun manakala diberikan ujian dan cobaan, dia akan berpaling dari-Nya.
  4. Pahala dan ganjaran di sisi Allah. Orang yang senantiasa bersabar dan berinteraksi dengan-Nya akan mengambil faidah dari perbuatannya itu. Mungkin dia hilang di sisi manusia, namun dia tidak akan pernah hilang dari sisi-Nya. Orang yang senantiasa meminta pertolongan dari-Nya tidak akan pernah terkalahkan oleh manusia lain. Orang yang demikian akan selalu bilang: “Cukuplah Allah sebagai penolongku”.

Banyak faidah dari sikap sabar, salah satunya sebagaimana sabda Rasulullah: “Tidaklah seorang mukmin itu yang ditimpa musibah mulai dari kegalauan, kesedihan, kegelisahan atau kesusahan bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya”.

Faidah sikap sabar lainnya adalah semangat untuk bangkit dan kembali berjuang, sebagaimana firman Allah: “janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap daripada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa: 104).

Apapun ujian yang kita hadapi dan apapun cobaan yang kita alami, apabila kita mau bersabar dan percaya kepada-Nya, maka kemudahan-kemudahan akan mendatangi kita setelah kesulitan-kesulitan yang kita alami. Allah berfirman: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Alam Nasyrah: 5-6).

Ada satu untaian kata yang patut kita renungkan: “Barang siapa yang mengendarai sabar, maka dia akan sampai kepada ridha”. Insya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s